PA Wahyu 2:1-7

1. Berdoalah agar Tuhan pimpin kamu dalam penggalian firman

2. Bacalah Wahyu 2:1-7

3. Mari ber-PA

4. Buatlah catatan tentang langkah yang akan kamu ambil dan doakanlah

Tujuh Ucapan Yesus di Kayu Salib

Gw coba meramu ringkasan dari suatu bahasan di buku “Sepanjang Tahun Menyusuri Alkitab” karya John Stott.

Yesus Kristus disalibkan

Yesus Kristus mengucapkan tujuh ucapan pendek namun penting di kau salib, yang secara kesleuruhan menyibak tabir salib.

1. Doa untuk Para Algojo

Lukas 23:24 Yesus berkata:

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Walaupun menderita secara fisik dan emosional, dan dikutuk oleh orang yang disalib di sebelahNya, Yesus tidak membenci mereka. Ini sesuai dengan ajaranNya dalam Khotbah di Bukit yang tertulis di Lukas 6:27-28

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu

2. Penyelamatan Seorang Penjahat

Luk 23:43

Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Awalnya kedua penyamun ikut mencela Yesus (Mat 27:44). Namun kemudian penjahat kedua menegurnya (40-41) dan dia bertobat (42). Penjahat itu melihat martabat Yesus yang rajani dan tenang. Ia telah mendengar doa pengampunan Yesus untuk para algojo-Nya. Pengampunan adalah yang ia butuhkan karena ia mengakui bahwa ia layak dihukum.

Ia diampuni (43). Ia tidak dicela karena baru bertobat di detik-detik terakhir. Selama berjam-jam selanjutnya, yang penuh penderitaan dan terasa panjang, penjahat yang diampuni itu menetapkan hati dan pikiranya pada janji Yesus yang pasti dan menyelamatkan.

3. Penyerahan Ibu-Nya

Yoh 19:26-27

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Yesus memikirkan penderitaan Maria. ia ingin menghibur Maria dari kesedihannya. ia meletakkan Maria ke dalam tanggung jawab dan pemeliharaan Yohanes dan demikian pula sebaliknya. Ini sesuai dengan ajaran Yesus mengenai hidup dalam kasih yang tertulis di Efesus 5:2

dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

4. Seruan Kesendirian-Nya

Mat 27:45-46

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Eli, Eli lema sabakhtani? Penonton mengira Ia memanggil Elia (47) dan mereka pasti mengolok-olokNya. Tidak ada orang Yahudi yang tahu bahasa Aram. Yesus mengutip Mazmur 22 (Allahku, mengapa Kautinggalkan aku?). Kesendirian ini terjadi karena dosa kita dan mengandung pengalaman pedih ditinggalkan Allah. Yesus menggenapinya dengan sempurna.

5. Rasa Haus yang Menyiksa

Yoh 19:28

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–:”Aku haus!”

Ini adalah satu-satunya dari tujuh ucapan yang menyatakan penderitan fisik. Ucapan ini melambangkan kesengsaraan dan keterpisahan dari Allah. Sangat ironis karena sebelumnya Yesus berkata seperti tertulis di Yohanes 7:37

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

Yesus kehausan di atas salib terjadi supaya kita tida menderita dahaga lagi (Wahyu 7:16)

6. Teriakan Kemenangan-Nya

Yoh 19:20

Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Tetelastai (dalam bahasa Yunani) artinya: kerjaNya sudah selesai dan berdampak.

Terjadilah Ibrani 10:12

Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah

Kristus sudah menyelesaikan pekerjaan menanggung dosa, tidak ada lagi yang harus kita lakukan, ataupun tambahkan.

Sebagai pamungkas adalah terbukanya tabir suci yaitu lambang ketidakterjangkauan Allah oleh orang berdosa, terkoyak dan dibuang  karena tidak perlu lagi.

Mat 27:51

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah.

7. Penyerahan Diri-Nya yang terakhir

Luk 23:46

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Mark 15:37

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.

Mat 27:50

Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

Yoh 19:30

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Kata paradidomi yang digunakan untuk Yesus disini sama dengan yang digunakan Barabas, para imam kepala, Pilatus, dan tentara Roma yang “menyerahkan” Yesus. Sebenarnya Yesus dapat saja turun dari salib, tapi Ia tidak melakukannya. Dua ucapan terakhir “sudah selesai” dan “Kuserahkan nyawa-Ku” memproklamasikan Yesus sebagai Penakluk Dosa dan Maut.

Kita harus datang ke salib dengan kerendah-hatian dan Kritus akan menyelamatkan kita baik dari kesalahan dosa maupun dari takut akan maut.

Bekerja dengan segenap hati

Jangan menunggu senyum (pelanggan) untuk memberikan pelayanan terbaik

Sedikit resume dari khotbah di persekutuan kantor gw..

  • Ayat renungan diambil dari Kolose 3:23

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

  • Doa Santo Fransiskus dari Asisi (agar menjadi pembawa cinta kasih, pembawa terang, dan semua hal yang baik)
  • Bekerja dalam tim mengharuskan kita untuk mengontrol emosi kita. Seimbangkan IQ dan EQ. IQ dapat menolong kita untuk dipekerjakan. EQ dapat membuat kita dipecat atau dipromosikan.
  • Pengkhotbah 9:10

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

  • Kisah nyata tentang tukang ledeng yang diangkat oleh bos Mercedes Benz menjadi general manager customer satisfaction di perusahaan mobil terbesar di Jerman tersebut. Pria bernama Christopher L. Jr itu membuat Mr.Benz terkesan dengan pelayanannya yang sangat baik. Ketika dihubungi oleh Mr.Benz (dia tidak tahu kalau Mr.Benz yang menelepon) untuk memperbaiki ledengnya, dia sempat meminta Mr.Benz menunggu 1 hari lagi. (Hal ini sangat ga biasa, kalo di Indonesia -yang gw tahu- pelayanan pasti dipercepat kalo customernya adalah seorang super kaya atau pejabat. Walaupun antrian customer mencapai ratusan, pasti si orang kaya ini yang didulukan). Yang lebih membuat Mr.Benz terkesan adalah si tukang ledeng ini sangat memperhatikan kepuasan pelanggan dan pelayanan yang prima. Dua minggu sesudah ledeng Mr.Benz diperbaiki, tukang ledeng ini menelepon lagi menanyakan apakah kondisi ledeng sudah benar atau masih terjadi gangguan.

Wah wah, ga heran deh kalo Mr.Benz terkesan sekali dengan Christopher. Congratulations yup! Dan ini juga memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa pekerjaan apapun (yang halal) jika dikerjakan dengan sepenuh hati pasti berbuah manis. Tapi jangan sampai kita hanya semata-mata memikirkan buahnya, anggaplah itu sebagai bonus. Fokuslah pada memberikan pelayanan sebaik mungkin. Kolose 3:23, ingatlah itu selalu!

>I’ve got two words for you!!!

>

Mencoba menuangkan saat teduh hari ini ke dalam diagram berikut:

Mudah sekali diingat kan? 4 x 2 alias empat buah frasa yang masing-masing terdiri dari dua kata. Rumus yang sangat mudah untuk hidup saleh: Give in + Get close + Clean up + Get down

>Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) 2010 beserta theme songnya

>

foto bersama peserta dan panitia KNM 2010 dalam nuansa merah-putih, 17 Agustus 2010
Kamp yang berlangsung pada tanggal 12-17 Agustus 2010 ini mengangkat tema”Biarlah UmatMu Menyatakan TerangMu”. Ini kamp terbesar yang pernah gw ikuti. Pesertanya 900-an orang dari seluruh Indonesia. Kamp ini juga adalah kamp terlama yang pernah gw ikuti yang memakan waktu 6 hari 5 malam. 
Satu hal yang paling gw kenang dari kamp ini adalah theme song dan eksposisi Yesaya. Dari eksposisi Yesaya intinya adalah mengakui kebobrokan bangsa serta memohon ampun untu diri pribadi serta untuk seluruh bangsa kita, kemudian mau menjawab panggilan untuk memperbaiki bangsa ini dengan pengarapan yang pasti bahwa Tuhan akan pulihkan bangsa. Selama menjalani panggilan itulah, kita pun harus terus menjaga kualitas diri meliputi hubungan pribadi dengan Tuhan serta nilai-nilai Kristen yang harus dimiliki. Selain itu juga pentingnya persekutuan dan kerja sama yang saling mendukung untuk membuat misi Allah ini semakin digenapi. Mr Gideon Yung menyampaikan tiap eksposisi dengan simple namun jelas, gw suka banget.

Nah, soal theme song, Pak Andreas Phillipus (penulis buku Dinamika Kelompok Kecil) khusus membuat lagu tema untuk KNM 2010 ini. Liriknya sangat kuat dan nadanya sangat indah. Ini dia:
Publikasi KNM 2010. 4 Lilin + Merah Putih
SETIA TEKUNI PANGGILANMU
Betapa sering kita bungkam keadilan
Banyak kebenaran yang kita putar balikkan
Tanpa disadari, kitalah musuh kebenaran
Ampunilah kami, Bapa

Berapa banyak jiwa t’lah kita hiburkan?
Di mana kita kala banyak penindasan?
Hamba kegelapan, para penyembah kenyamanan
Ampunilah kami, Bapa

Dengan mulut kita mengaku, dengan tangan kita menyangkal
Bahwa Yesuslah Kristus Tuhan


Chorus:

Bapa, ini tekad kami
Berlaku adil, setia, rendah hati
Berjuang tegakkan k’rajaan-Mu
Beritakan Injil Kristus
Bapa, teguhkan kami
‘Tuk sangkali diri, hidup mengabdi
Taat pada pimpinan Roh-Mu
Setia tekuni panggilan-Mu
Kita dipanggil ‘tuk nyatakan terang Tuhan
Di mana saja, desa, kota, atau rimba
Peluh, air mata ‘kan jadi sobat yang setia
Kuatkanlah kami, Bapa
Anug’rah Tuhan s’lalu cukup bagi kita
Penyertaan-Nya sumber sukacita baka
Allah yang setia, ‘takkan meninggalkan umat-Nya
Sembah sujud kami semua
Kenakanlah senjata Allah, musuh kita’tak tinggal diam
Beritakanlah Yesus Tuhan



Lirik di bait awal memang cenderung negatif dan membuat kita gw gemetaran. Ternyata justru itulah yang diharapkan sang pencipta lagu. Mata kita memang harus dibukakan akan negatifnya dunia ini. Setelah itu, di bait kedua barulah menyatakan harapan serta komitmen kita untuk taat kepada panggilan Tuhan untuk memperbaiki bangsa ini.
Simak sharing dari Kak Andreas Phillipus tentang lagu ini disini.
Simak juga liputan khusus KNM 2010 dari situs Perkantas Jatim disini.

>God Is Good All The Time (by: Don Moen)

>

Tuhan adalah gembalaku yang baik

Chorus:
God is good all the time
He put a song of praise in this heart of mine
God is good all the time
Through the darkest night, His light will shine
God is good, God is good all the time
God is good, God is good all the time

If you are walking through the valley
There are shadows all around
Do not fear, He will guide you
He will keep you safe and sound
He has promised to never leave you
Or forsake you and His Word is true

Chorus

We were sinners and so unworthy
Still for us He chose to die
He filled us with His Holy Spirit
Now we can stand and testify
That His love is everlasting
And His mercies – they will never end

Chorus

Though I may not understand
All the plans
You have for me,
My life is in Your hands
And through the eyes of faith
I can clearly see

Chorus

God is good all the time
He put a song of praise in this heart of mine
God is good all the time
Through the darkest night, His light will shine
God is good, God is good, God is good
He is so good , He is so good,
God is good, He is so good
All the time…

lihat video di youtube

lirik dan kord dari higherpraise.com


Lagu ini mengingatkan gw pada beberapa ayat berikut:

Psalm 23:4 Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me; your rod and your staff, they comfort me.
Hebrew 13:5 God has said, “I will never leave you nor forsake you”
Nada lagu ini pun asyik dan mudah diingat. Nuansa musik country. Kiranya kita benar-benar menikmati kasih Allah sang Gembala yang Maha baik.

>Paskah Perkantas 2011: Setialah!

>

“Setialah” by Heri Kurniawan (lihat blog)
Bulan April gw akhiri dengan mengikuti Ibadah dan Perayaan Paskah Perkantas di UKI Cawang pukul 5 sore. Gw sangat menikmati pujian-pujian yang ada khususnya lagu “Meekness and Majesty” (lagu ini akan gw ekspos di  post susulan yah) dan “Kumelayani Tuhan (He Lives)”. Tentu saja gw juga sangat menikmati firmannya.
Firman tertulis di Wahyu 2:8-11, sementara tema Paskah adalah “Setialah!”. Kak Flafiana atau Kak Fifi membuka firman dengan pemaparan kondisi kota Smyrna kemudian masuk ke penggalian perikop serta aplikasi yang menjurus kepada satu hal, yaitu kesetiaan.
Kondisi gereja/jemaat Smyrna: mengalami penderitaan karena kesetiaanNya kepada Yesus, miskin
Kondisi kota Smyrna: sejahtera, sangat menganggungkan Kaisar.
Dari kondisi tersebut terlihat jelas bahwa kondisi jemaat sangat kontras dengan kondisi kota Smyrna. Dapat dikatakan jemaat Smyrna miskin di tengah masyarakat kota yang sejahtera. Besar kemungkinan jemaat banyak mendapat perilaku ketidakadilan yang membuat kondisi lahiriah mereka semakin terpuruk alias semakin miskin.
Wahyu 2:8-11
2:8 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir yang telah mati dan hidup kembali  2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu –namun engkau kay –dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai  dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setiasampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua
Bagaimana Yesus Kristus menggembalakan jemaat Smyrna? Berikut ini yang diutarakan di perikop:
1. Allah/firman adalah alfa (awal) dan omega (akhir). jadi, Allah itu omni presence, dia tahu segala yang terjadi pada jemaat Smyrna.
2. Kristus yang telah mati. jadi, Kristus tahu benar rasanya penderitaan (tribulation)
3. Kristus yang hidup kembali. Jadi, Kristus telah berhasil mengalahkan kesulitan/penderitaan yang terbesar yaitu kematian, sehingga jemaat pasti bisa menang atas penderitaan-penderitaan.
4. Memberitahukan apa yang akan dialami oleh jemaat Smyrna di masa yang akan dating.Memang sesaat terlihat menyeramkan bahwa jemaat akan mengalami penderitaan selama sepuluh hari, namun sesudahnya jemaat dianugrahkan mahkota kehidupan (yang kekal)
5. Bisakah jemaat Smyrna menang? Bisa! Allah yang berdaulat. Karena itu, bersekutulah dengan Allah!
Tentang kesetiaan, dapat dilihat dalam tiga aspek, yaitu iman (kepada pribadi Yesus Kristus), integritas (menerapkan nilai-nilai Kristiani di dalam kehidupan sehari-hari), dan kasih.
Kesetiaan yang sejati terlihat di saat manusia mengalami kondisi sulit, bukan saat nyaman.
Mengapa penderitaan ada dan Tuhan izinkan terjadi kepada manusia, jemaat Smyrna khususnya (pada perikop)?
1. untuk menguji kesetiaan
2. sebagai buah kesetiaan, Tuhan memberikan mahkota kehidupan
Ingat: penderitaan bersifat sementara, tidak permanen. Mahkota kehidupanlah yang kekal/permanen.
Kesetiaan sifatnya personal, sehingga jangan salahkan orang lain ataupun keadaan jika kita tidak setia!
Makna Jumat Agung yaitu kematian Yesus yang memiliki makna keterpisahan dari Allah karena saat itu Yesus menanggung dosa semua manusia (Allah itu kudus dan tidak mungkin menyatu dengan dosa yang najis), bukan sekedar kematian fisik. Kiranya kita sebagai jemaatNya boleh mati terhadap dosa, rela menderita untuk Kristus dan boleh setia sampai akhir.
Di akhir khotbah, Kak Fifi menegaskan “Jika kita, para siswa, mahasiswa, alumni, tidak rela menderita dan membayar harga yang harus kita tanggung (cost of discipleship) jangan harap kita mendapatkan buah dari pelayanan tersebut.”
Itu dia intisari khotbah Paskah Perkantas 2011. Semoga kita semua boleh setia sampai akhir kepada Allah yang Maha Setia hingga akhirnya kita mendapat mahkota kehidupan yang kekal. Amin. Selamat Paskah!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.